Ayat Hari Ini:

Showing posts with label 2 Timotius 2. Show all posts
Showing posts with label 2 Timotius 2. Show all posts

Wednesday, April 23, 2008

Mulia tapi Kotor

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang indah. Tapi, keindahan itu seringkali tertutup dengan berbagai macam sampah dan ketidakbersihan. Memang ada beberapa tempat yang masih bisa dijaga kebersihannya, hotel-hotel berbintang empat dan lima umumnya masih menjaga kebersihannya. Berbeda dengan kota-kota, jalanan, tempat wisata, apalagi fasilitas umum. Yang indah dan baik terlihat kotor dan seringkali menjadi tidak menarik. Seandainya yang baik dan indah itu bersih dan diatur dengan rapi, apa yang akan terjadi?

20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. (harusnya tidak mulia) 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.


Perbaikan Terjemahan dan Alur
Ayat 21, mempergunakan empat kata kerja. Kata kerja pertama dan kedua dalam kalimat "Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia"; adalah kata kerja aktif dan middle yang bernuansa masa depan (future). Sedangkan kedua kata kerja lainnya dalam kalimat "ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia."; adalah kata kerja participle pasif dalam bentuk lampau (perfect: sudah selesai tapi dampaknya terus sampai sekarang).

Sehingga, terjemahan yang lebih tepat,
21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia sudah dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan sudah disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Artinya, pengudusan, dipandang layak untuk dipakai dan disediakan pekerjaan mulia sudah selesai. Yang belum terjadi adalah seseorang menyucikan dirinya. Itu sebabnya, kalimat seseorang menyucikan diri ditulis pertama, karena merupakan penekanan dari keseluruhan ayat 21.

Perabot Mulia: already but not yet
Dalam ayat 20, Paulus mengatakan ada dua macam perabot. Perabot yang mulia dan perabot yang tidak mulia. Perabot mulia adalah perabot yang sudah dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai dan sudah disediakan pekerjaan yang mulia oleh Tuhan, seperti yang disebutkan dalam ayat 21. Kedaulatan Allah yang menentukan siapa perabot-Nya yang mulia, yang ditebus, dikuduskan dan dipakai.
Pengudusan, dipandang layak untuk dipakai dan disediakan pekerjaan mulia sudah terjadi di waktu lampau. Semuanya sudah selesai dan beres. Perabot mulia tidak bisa berubah menjadi perabot tidak mulia. Begitu juga sebaliknya. Masalahnya, apakah perabot mulia itu mengerjakan pekerjaan mulia?

Saya percaya yang dimaksud dengan perabot mulia adalah semua orang pilihan. Tapi, mengapa orang pilihan yang sudah ditebus tidak menunjukkan dirinya sebagai perabot yang mulia dan tidak mengerjakan pekerjaan yang mulia? Karena ada yang not yet, belum selesai.

Sucikan Diri
Sekalipun perabot mulia itu sudha dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai dan sudah disediakan pekerjaan mulia, tapi kalau kotor dan tidak bersih, maka tidak bisa dipakai dan menunjukkan keindahan. Contohnya: seperti gelas yang berasal dari perak terbaik dan termahal, tapi gelas itu dipenuhi dengan kotoran binatang, maka gelas itu tidak akan dipakai. Kalau ingin memakai gelas itu, maka gelas itu harus dibersihkan. Keindahan dan kemuliaannya hanya terlihat sesudah dibersihkan.

Orang percaya dasarnya dari orang berdosa yang kotor, tapi sesungguhnya kita adalah gambar Allah yang mulia, perabot yang mulia. Kita sudah dipilih untuk diselamatkan. Sudah disediakan pekerjaan baik (Efesus 2:10). Kematian Yesus Kristus sudah menguduskan kita. Tapi, adakah kita juga mengerjakan tanggung-jawab kita, menyucikan diri dan meninggalkan ketidakbenaran? Bukan untuk dibenarkan dan diselamatkan. Tapi justru karena sudah dibenarkan dan diselamatkan, maka kita harus hidup sesuai dan panggilan itu dan hidup dalam pekerjaan baik yang sudah disediakan Allah sebelumnya. Ia mau kita hidup didalam pekerjaan yang mulia itu.

Berbahagialah orang-orang kudus yang menyucikan dirinya, karena kemuliaannya justru akan menyatakan kemuliaan Allah dan membuat orang-orang akan memuliakan Bapa di Surga.

Monday, April 21, 2008

Tuhan mengenalmu?!

Sepanjang zaman selalu muncul ajaran-ajaran sesat. Baik yang dari awal sudah sesat, maupun menjadi sesat sesudah beberapa generasi selanjutnya. Salah satu ciri dari ajaran sesat, selalu merasa dirinya yang paling benar dan yang lainnya salah!
Kalau selalu klaimnya adalah yang paling benar. Apalagi mereka juga dengan beraninya memakai nama Tuhan dan merasa berasal dari pemberian Tuhan. Bagaimana kita bisa melihat bahwa mereka tidak benar? Bagaimana kita tahu bahwa kita dalam kebenaran?

Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
2 Timotius 2:19

Meterai
Permasalahan ajaran sesat juga terjadi di tempat Timotius melayani. Dan kemungkinan terjadi berbagai macam pertanyaan dari jemaat yang bingung. Mana yang benar? Apakah mereka salah? Bagaimana bisa membedakan yang benar dan tidak benar?

Paulus memberikan jawaban kepada Timotius, ada dua tanda untuk menunjukkan berasal dari kebenaran atau tidak. Tanda itu begitu kuat dan teguh, bahkan dikatakan seperti dimeterai. Tanda yang sah dan kuat. Kedua tanda itu adalah: Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya dan setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.
Tanda yang pertama adalah kedaulatan Allah, sedangkan yang tanda yang kedua adalah tanggung jawab manusia.

Tuhan Mengenal
Ketika seseorang mengaku membawa ajaran 'kebenaran' yang berasal dari Allah, maka yang pertama-tama bisa membuktikan adalah Allah sendiri. Karena hanya Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa tahu kalau Tuhan mengenalnya?
Setiap orang percaya dimeterai oleh Roh Kudus. Maka Roh Kudus melalui firman-Nya akan menunjukkan apakah Ia mengenal orang yang menyatakan memiliki kebenaran itu. Caranya?

Caranya dengan menguji setiap ajaran yang disebut kebenaran itu dengan seluruh kebenaran yang ada di dalam Alkitab. Ada beberapa kemungkinan yang akan didapatkan. Yang pertama bertentangan, yang kedua kelihatan mirip (ini yang paling berbahaya), dan yang ketiga sama dengan prinsip2 dalam Alkitab. Dari pengujian lewat firman, Allah Roh Kudus akan menunjukkan bahwa orang itu adalah kepunyaan-Nya.
Kalau kita terbiasa melakukan pengujian ini, sebenarnya akan lebih gampang untuk melihat apakah betul ajaran itu berasal dari Tuhan atau tidak.

Kadang-kadang kelemahan kita di dalam menguji melalui firman Tuhan akan membuat ajaran itu terlihat sangat mirip dengan kebenaran dan mampu 'menipu' banyak orang, tapi Tuhan sendiri tidak bisa ditipu. Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya. Waktunya tiba, semuanya akan tersingkap dan Tuhan akan menunjukkan dengan cara-Nya.

Tinggalkan
Tanda kedua adalah meninggalkan ketidakbenaran. Seseorang yang mengajarkan kebenaran dan percaya kepada kebenaran itu, akan menghidupi kebenaran itu. Maka, kalau seseorang mengaku mengajarkan kebenaran tetapi hidupnya terus-menerus dalam ketidakbenaran, betulkah ia sendiri percaya kepada kebenaran? Kalau ia tidak percaya kepada kebenaran yang harus dihidupi, betulkah ia sungguh2 menyebut nama Tuhan? Betulkah bahwa ia adalah kepunyaan-Nya? Jangan-jangan cuma ge-er doang..

Pengujian apakah seseorang itu hidup dalam kebenaran, kadang-kadang Tuhan mengijinkan masyarakat dan norma2nya, meskipun Alkitab yang selalu menjadi dasar utama. Pengujian ini bukan bertujuan mencari-cari kesalahan. Karena pasti semua orang masih berdosa, dan masih ada aspek2 dalam hidupnya yang masih harus dibereskan.

Orang percaya bisa melihat dengan jelas tanda dari orang-orang yang hidup dalam kebenaran, menyebut nama Tuhan dan meninggalkan ketidakbenaran. Orang yang berani menyebut nama Tuhan, mau dikoreksi oleh kebenaran-kebenaran firman Tuhan dan mau meninggalkan setiap ketidakbenaran yang bertentangan dengan firman Tuhan.
Berbeda sekali dengan para pengikut dan pengajar ajaran sesat yang sudah merasa tidak perlu lagi diuji dan dikoreksi, malahan ingin mengoreksi semuanya harus sesuai dengan ajarannya. Begitu juga dengan kehidupan mereka, yang tidak mau dikoreksi dan diuji lagi, bahkan merasa seharusnya seluruh dunia harus hidup seperti mereka.

Apakah Tuhan mengenalmu?
Pertanyaannya bagi kita, benarkah kita? Apakah Tuhan mengenal kita? Apakah kita kepunyaan Tuhan? Apakah Tuhan memimpin hidup kita dalam kebenaran? Apakah kita selalu bersedia dikoreksi dengan kebenaran-kebenaran dari firman Tuhan? Adakah kita sudah meninggalkan setiap ketidakbenaran yang kita tahu?

Bapa, ampuni kami, milik kepunyaan-Mu, yang sering merasa sudah terlalu benar. Padahal kenyataannya dalam kehidupan ini kami berhadapan dengan lebih banyak ketidakbenaran yang masih kami lakukan. Ampuni kami ya Bapa. Biarlah kebenaran-kebenaran firman-Mu terus mengoreksi kami, dan membuat kami bukan hanya tahu dan setuju akan kebenaran, tapi kami menghidupi kebenaran-kebenaran firman-Mu dengan pimpinan Roh Kudus. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.