Ayat Hari Ini:

Thursday, March 22, 2007

My Delight in Your Commandments

Zaman sekarang ini banyak orang sangat tidak menyukai hukum dan aturan. Kita sedang masuk dalam zaman yang menekankan kebebasan, yang kalau bisa tidak ada lagi aturan, larangan dan perintah. Anak-anak muda melihat orang-orang tua penuh dengan aturan dan perintah yang mengikat dan menyulitkan hidup yang seharusnya dinikmati. Begitu juga banyak orang melihat agama-agama. Bahkan Kekristenan juga menjadi agama yang penuh dengan aturan dan ikatan yang tidak memberikan kebebasan. Orang-orang yang kelihatan sebagai orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh adalah orang-orang yang bisa menahan diri sedemikian rupa sehingga menjadi orang-orang yang bisa menolak segala kesenangan dan kenikmatan (sama dengan konsep dari agama-agama dan kepercayaan yang sangat mengagumi para pertapa). Alkitabpun dilihat sebagai kumpulan peraturan dan hukum yang tidak ada habis-habisnya (sama seperti kitab hukum perdata dan pidana!?). Hanya orang-orang yang senang mempelajari hukum dan orang-orang yang lemah yang akan menyukainya. Tetapi tidak untuk pencinta dan kebebasan dan para pelanggar hukum (pendosa). Mengapa bisa seperti ini?

Untuk mengerti semua ini kita harus kembali ke dalam kitab Kejadian. Melihat kembali dan membandingkan Firman Allah yang disampaikan kepada Adam (Kej 2:16-17) dan firman Iblis yang disampaikan kepada Hawa (Kej 3:1).

16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kej 2:16-17)

1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan? (Kej 3:1)

Kalimat dari Tuhan Allah di dalam Kej 2:16-17, berisi dua hal:
- kebebasan kepada manusia untuk bisa menikmati semua pemberian Tuhan di dunia
- larangan yang kalau dilanggar akan membuat manusia mati dan tidak bisa menikmati lagi semua pemberian Tuhan

Sementara kalimat dari Ular (Iblis) dalam Kej 3:1, yang mengutip Kej 2:16-17, hanya berisi satu hal:
- semua tidak boleh dinikmati!!!

Mana yang benar? Mana yang cocok dengan hidup sekarang ini? Kelihatannya kalimat dari Iblis sangat cocok untuk hidup manusia sekarang ini. Tuhan seolah-olah mencipta dan mengijinkan manusia hidup di dunia ini tetapi melarang manusia menikmati segala sesuatu. Orang yang beriman adalah orang yang bisa menolak segala kenikmatan dan hidup menderita!? Iblis sepertinya benar!? Tetapi tunggu dulu.
Mari kita bedakan antara yang dulu, sekarang dan nanti. Mari kita lihat dengan lebih jelas perbedaan antara sebelum manusia jatuh dalam dosa (dulu), sesudah di dalam dosa (dulu dan sekarang dan bagi sebagian besar orang sampai selama-lamanya), sesudah diselamatkan oleh Kristus (sekarang dan nanti), dan di dalam kekekalan (nanti).
Sebelum manusia jatuh dalam dosa, Firman Tuhan membawa manusia kepada kebebasan untuk menikmati dunia dan segala pemberian Tuhan. Tuhan memimpin hidup manusia lewat FirmanNya, membuat manusia dengan bebasnya dan bahagianya menikmati semuanya. Semua boleh, kecuali hanya satu yang dilarang. Ini adalah kebebasan yang sangat diidam-idamkan manusia di zaman ini, tetapi tidak didapatkan lagi oleh manusia meskipun berbagai cara sudah dilakukan dan diusahakan.
Tetapi, karena tipuan Iblis membuat manusia menginginkan lebih dari segala kenikmatan dan kebebasan yang sudah diberikan. Manusia ingin menjadi seperti Allah dan menikmati apa yang dilarang. Masih kurangkah kenikmatan Hawa dan Adam?
- Relasi dengan Allah. Bisa menikmati Allah dan FirmanNya (langsung tanpa perantara Imam, Pendeta atau apapun yang merasa jadi hamba Tuhan). Tidak perlu bertapa, tidak perlu berdebat dengan sesama manusia untuk menafsirkan Allah.
- Relasi dengan manusia. Bisa saling menikmati sesama manusia dengan sebebas-bebasnya (bahkan tanpa baju, ini yang diinginkan secara sembunyi-sembunyi oleh manusia). Tidak ada problem rumah tangga (bahkan adanya puisi dan lagu romantis dari Adam utk Hawa!?-ini yang diinginkan para wanita dari kekasihnya). Tidak ada yang harus dicemburui dan selingkuh (ga ada orang lain soalnya). Bebas bicara dan bercengkerama berdua. Dunia hanya milik berdua (ini yang diinginkan orang-orang yang lagi kasmaran dan lagi bulan madu).
- Relasi dengan dunia. Bisa menikmati dan bermain dengan semua binatang (melebihi kemampuan Tarzan) dan tentu saja menikmati pekerjaan, pemandangan yang terindah (Adam dan Hawa sering tur dan kagum dengan segala keindahan dunia yang betul-betul natural dan untouchable, lebih indah dari Swiss, New Zealand, apalagi Bali) dan tentu saja bisa menikmati makanan yang bergizi, bebas sampai kenyang (Adam paling suka buah apa ya? Duren!?).
Kurang apa lagi??!
Yang kurang adalah kesadaran melihat bahwa semua anugerah Allah yang memberikan kebebasan adalah gratis dan manusia hanyalah ciptaan. Akibatnya, manusia ingin memiliki lebih dari apa yang namanya anugerah dan ingin menguasai segala sesuatu, menjadi seperti Allah, yang kelihatan bebas sebebas-bebasnya. Maka masuklah manusia dalam perangkap Iblis dan memulai tahap baru dalam sejarah manusia. Bagaimana manusia melihat Tuhan dan FirmanNya? Tepat seperti kalimat Iblis dalam Kej 3:1. Semua tidak boleh. Tuhan berubah menjadi Tuhan yang jahat dan melarang semuanya. FirmanNya menjadi kumpulan dari perintah-perintah yang berisi semuanya larangan. Bagi manusia, Tuhan dan FirmanNya menjadi sangat menakutkan (Kej 3:8-10). Selama manusia hidup dalam dosa, maka manusia berada di dalam ketidakbebasan, diikat dalam dosa. Semakin melihat kepada Firman, maka semakin melihat bahwa dirinya terikat dan tidak bebas. Maka Tuhan menjadi Tuhan yang menakutkan. FirmanNya hanyalah perintah-perintah dan larangan yang mengikat dan membuat hidup menderita. Bahkan sebagian orang Kristen masih melihat Tuhan dan Alkitab dengan cara seperti ini. Betulkah Tuhan dan FirmanNya itu menakutkan dan tidak membebaskan, serta membuat hidup hanya terus-menerus dalam penderitaan?
Ketika seseorang diselamatkan oleh Allah dan hidup dalam relasi dengan Kristus, maka ada perubahan yang terjadi. Di satu sisi, karena perubahan kita masih dalam proses dan masih melakukan perbuatan dosa, maka bayang-bayang ketidakbebasan dan keterikatan masih sering muncul dan mengganggu. Itu sebabnya, banyak yang bereaksi dengan melarang segala sesuatu dengan tujuan agar terhindar dari keterikatan dengan dosa, tetapi kalau berlebihan maka membuat terikat kepada hukum (legalisme) dan menderita yang tidak perlu. Di sisi yang lain, kita sudah dibebaskan dari dosa. Dan bebas berhadapan dengan Allah dan menikmati segala kelimpahan anugerahNya. Firman Tuhan bukan dilihat hanya sekedar larangan. Tetapi bisa melihat cinta kasih Tuhan dibalik semua larangan. Hidup bersama Tuhan bukan dilihat sebagai keterikatan, tetapi kebebasan!, yang tidak bisa diberikan oleh dunia hanya berusaha mengikat, menjerat dan tidak pernah mau melepaskan sampai mati. Penderitaan tetap ada karena ingin untuk hidup dalam keterikatan yang lama yang diajarkan oleh Iblis dan dunia. Dunia berusaha membuat kita melihat bahwa kenikmatan yang sebenarnya hanyalah sebuah penderitaan (hati-hati dengan fenomena).
Firman Tuhan menjadi sesuatu yang hidup. Bahkan perintah-perintah dan larangan bisa menjadi kesukaan yang bisa dinikmati dan dicintai, karena perintah dan larangan bukanlah suatu keterikatan. Tuhan bukan hanya menjadi Pribadi yang menakutkan, tetapi juga adalah Pribadi yang begitu mengasihi, memberikan harapan, tempat perlindungan dan tentu saja adalah Tuan. Sang Tuan tidak mengikat budakNya. Relasi Kasih antara sang budak dengan Sang Tuan tidak akan pernah putus dan terpisahkan (Rom 8:31-39). Tetapi sang Tuan tidak pernah memaksa budakNya untuk melayaniNya, melainkan membebaskan sang budak dengan melihat prinsip-prinsip dalam FirmanNya untuk berinovasi dengan kebebasan untuk melayani sesama budak.
Firman Tuhan membukakan mata yang biasanya hanya melihat fenomena untuk bisa melihat fakta yang sesungguhnya, dan bahkan sanggup membedakannya dengan firman Iblis yang terus-menerus menipu. Firman Tuhan betul-betul mengubah, membebaskan, mengoreksi, menegur, mendidik dan melatih hidup orang percaya untuk sampai kepada keadaan yang betul-betul bebas menikmati segala sesuatu di dalam kekekalan.
Di dalam bumi yang baru dan langit yang baru, ada kebebasan spiritual, memuliakan, memuji dan menyembah serta menikmati Allah; kebebasan berelasi dengan sesama manusia (bukan dgn hubungan seks, karena tujuan hubungan seks sudah mencapai puncaknya: bertambah banyak penuhi bumi-orang pilihan sudah lengkap; serta relasi manusia yg paling intim untuk saling memahami dan menikmati sudah dimengerti manusia tanpa harus berhubungan seks); kebebasan menikmati bumi dan langit yang baru. Tuhan memberikan Alkitab kepada manusia, agar manusia dibebaskan. Maka, marilah kita di dalam anugerah kebebasan itu, mencintai dan menikmati FirmanNya.

For I find my delight in your commandments, which I love.
I will lift up my hands toward your commandments, which I love, and I will meditate on your statutes.

Psa 119:47-48 ESV



0 Komentar:

Post a Comment