Ayat Hari Ini:

Thursday, August 23, 2007

Cinta Buta dan Tuan Rumah Palsu

Kejatuhan manusia di dalam dosa merusak banyak aspek di dalam hidup kita manusia. Bukan hanya itu, kebenaran menjadi diselewengkan dan diputar balikkan. Relasi yang benar diselewengkan. Jatuh cinta dianggap lebih penting daripada pertumbuhan di dalam pengenalan yang membuat cinta sejati muncul.
Bahkan orang-orang yang mengaku Kristen seringkali berada di dalam keadaan mencintai Tuhan, tapi dengan cinta buta. Dan merasa semakin hari semakin mencintaiNya. Karena makin mengenalNya? Atau karena berkat-berkatNya yang kita pikir menjadi hak kita?

10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Yoh 1:10-11


Cinta Buta
"Ia telah ada di dalam dunia,..., tetapi dunia tidak mengenal-Nya"
Kata 'mengenal' di dalam bahasa aslinya dari akar kata 'ginosko', yang bisa diartikan belajar mengenal, tahu dan memahami, mengerti. Tuhan Yesus sudah datang ke dunia, kepada umat kepunyaanNya, tapi manusia tidak bisa mengenal, memahami dan berusaha mengertiNya. Wajar bagi orang-orang yang tidak dipilih untuk diselamatkan, karena tidak mungkin untuk bisa mengenal Yesus Kristus dan percaya kepadaNya. Kegelapan tidak mungkin memahami Terang. Tetapi, bagaimana dengan orang-orang yang sudah menerima Kristus di zaman sekarang ini dan mengaku bahwa dirinya adalah orang Kristen? Adakah kita juga mengerti dan memahami siapakah Kristus?

Dalam beberapa kesempatan berkotbah keliling ke berbagai gereja, persekutuan, kantor, universitas dan sekolah2, saya mendapatkan beberapa fakta bahwa banyak orang yang mengaku Kristen, ternyata tidak mengenal siapakah Kristus. Pertanyaan yang sederhana sering ditanyakan, "Ada berapa banyak nama, gelar dan atribut Kristus di dalam Alkitab yang kita tahu?" Biasanya sangat sedikit yang bisa menjawab jumlahnya yang benar mendekati yang ada di dalam Alkitab. Bagaimana bisa mengenalNya, kalau namaNya saja kita tidak tahu!? Begitu juga dengan setiap perkataanNya, banyak yang hanya memperhatikan dan memperdebatkan kalimat-kalimat yang sulit untuk dimengerti. Tetapi, apakah kita bisa memahami dan mengerti kalimat-kalimat yang sederhana dari Tuhan Yesus? Di samping itu, bagaimana relasi kita denganNya? Apakah pengenalan kita akan pribadiNya membuat kita makin mencintai diriNya?

Jika kita tidak pernah belajar untuk mengenal diri Tuhan Yesus dan perkataan2Nya, dan bahkan berusaha dengan segenap hati dan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi untuk mengasihiNya, maka cinta kita kepada Yesus Kristus hanyalah cinta buta semata...

Tuan Rumah Palsu
Dunia dijadikan oleh Yesus Kristus. Ia yang mencipta bumi dan seluruh isinya. Tetapi, ketika Ia datang ke dunia, orang-orang kepunyaanNya tidak menerimaNya. Kata 'menerima' di dalam bahasa aslinya berasal dari akar kata 'paralambano'. Kata ini bisa berarti menerima atau bergabung. Kata ini juga dipakai untuk menggambarkan tuan rumah yang menerima tamunya untuk masuk dalam rumahnya.
Masalahnya sekarang, manusia yang jatuh dalam dosa tidak mengerti siapa tuan rumah dan siapa tamu. Semua manusia di dalam dunia ini hanyalah tamu, bukan kita yang mencipta dunia ini. Kita hanya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk mengusahakan dan memelihara bumi ini. Waktunya tiba, kita harus kembalikan dan pergi dari tempat kita masing-masing. Kenyataannya, dalam pemikiran dan perasaan manusia sering menganggap dunia ini milik kita dan merasa menjadi tuan rumah di dalam dunia ini. Padahal, kita hanya budak-budak yang harus mengerjakan pekerjaan Tuan kita.
Anehnya, ketika Tuan Rumah datang ke dunia yang adalah ciptaan dan milikNya, budak-budak sudah bertindak sebagai tuan rumah. Ya, tuan rumah yang palsu menolak Tuan Rumah yang sejati. Ironis...
Dikasih anugerah dan kesempatan, ingin menguasai semuanya dan menolak Pemberi dan Pemilik. Suatu waktu nanti, mau tidak mau, pasti harus dikembalikan kepada pemilik sebenarnya dari dunia ini, yaitu Tuan di atas segala tuan, Raja di atas segala raja, Yesus Kristus, pencipta dunia ini.

Ingatlah akan anugerah dan kesempatan yang masih Tuhan berikan bagi kita, bukan sebagai tuan rumah, tetapi sebagai tamu dan budak yang dipercayakan untuk mengelola harta Tuan kita, yang kita cintai bukan dengan cinta buta. Maka, jika Tuan kita datang kembali, Ia akan menyapa kita sebagai hamba yang baik dan setia, dan kita akan diajak masuk di dalam kebahagiaan Tuan kita. Soli Deo Gloria..

2 Komentar:

Anonymous said...

Emang kalo jatuh cinta aja ga cukup? Yg enak kan jatuh cinta, berjuta rasanya... Apalagi jatuh cintanya sama Tuhan Yesus.. bermilyar rasanya.

Rusdy said...

Ya jelas ga'cukup! Jatuh cinta itu sakit, bangunnya gimana? Emang nikah bermodal cinta doank (kayak lagu dangdut aja nih)?

Post a Comment