Ayat Hari Ini:

Thursday, January 1, 2009

Tahun Baru???

Selalu heran setiap tahun baru. Heran karena banyak orang merayakan dan menunggu detik2 pergantian tahun dengan harapan2 kosong dan kegembiraan yang tanpa dasar. padahal tidak ada yang baru sebenarnya, hanya perubahan detik dan berakibat pada pergantian menit, jam, hari dan tahun.. Apa yang spesial sampai harus dirayakan dengan meriah???

21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: 22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
Ratapan 3:21-23

Kitab Ratapan adalah salah satu kitab terindah dan tersulit secara sastranya yang ada di didalam Alkitab. Karena kitab Ratapan dari awal sampai akhir dibuat dalam bentuk acrostic abjad Ibrani secara berurutan. Itu sebabnya kalau melihat kitab Ratapan, jumlah pasalnya sama banyak, kecuali pasal 3 yang jumlahnya tiga kali lipat. Bagaimana cara bikinnya ya???

Tapi orang bisa salah berpikir kalau Ratapan isinya hanya ratapan semua. Justru pusat dari kitab ratapan ada di dalam pasal 3, yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dari pasal lainnya. Ternyata di ayat 21-23 bukan meratap, tapi bersyukur!

Berharap
Dalam keadaan Yerusalem yang sudah hancur, mereka kehilangan semuanya, tidak ada tembok, orang-orang pilihan sudah dibawa ke pembuangan di Babel, mayat bergelimpangan di mana2 dan bahkan mereka sedang berada dalam kelaparan, sampai ibu2 ada kemungkinan memasak bayinya sendiri (Rat 2:20; 4:10). Nabi2 palsu telah menyesatkan mereka dengan penglihatan2 dan mimpi2 palsu. Apa yang bisa diharapkan lagi?

Mereka berada dalam krisis yang terlalu sulit dan terlalu berat untuk ditanggung. Allah sendiri yang mengangkat tangan melawan mereka. Apa yang bisa diharapkan ditengah penghukuman seperti itu? dan kepada siapa mereka harus berharap? Berharap dengan adanya tahun baru, maka keadaan akan menjadi lebih baik dan jadi baru?
Bukankah dalam keadaan yang sulit, hari yang baru hanya akan menjadi beban yang baru!?

Tentu saja pengharapannya kepada Allah bukan kepada keadaan yang berubah, karena keadaan yang berubah tidak akan merubah apa2, kecuali dosa yang tambah banyak.

Kebaikan dan Belas Kasihan Tuhan
Yang seharusnya diharapkan adalah kebaikan dan belas kasihan Tuhan. Hidup ini sebenarnya hanyalah anugerah karena kebaikan dan belas kasihan Tuhan. Itu sebabnya dalam krisis dan keadaan yang sulit, penulis Ratapan hanya melihat kepada Tuhan yang baik dan selalu berbelas kasihan kepada umat-Nya.

Sulit untuk bisa percaya seperti ini dalam keadaan seperti yang dialami Israel waktu itu. Tapi ini namanya iman yang sejati, berharap kepada Allah yang Baik dan berbelas kasihan dan bukan kepada tahun yang berubah, tapi tidak bisa melakukan apa2.
Dalam keadaan yang terlalu sulit, penulis kitab Ratapan tetap percaya kepada kebaikan dan belas kasihan Tuhan yang tak berkesudahan. Krisis dan kesulitan yang mereka alami waktu itu, pasti ada kesudahannya. Tapi kebaikan dan belas kasihan Allah tidak akan berkesudahan. Ia adalah Allah yang tidak akan meninggalkan umat-Nya, semuanya diijinkan terjadi untuk mendidik umat-Nya agar setia.

Perayaan Setiap Hari
Selanjutnya di ayat 23 penulis Ratapan berbicara tentang selalu baru setiap pagi. Pemberian yang baru setiap hari, bukan hanya tunggu tahun berganti maka kita bisa merayakan ada sesuatu yang baru lagi, atau bergantung musim2. Dalam Ratapan justru berbicara barunya setiap pagi.

Sesungguhnya setiap hari, Tuhan terus memberikan belas kasihan dan kebaikan yang baru kepada kita umat-Nya. Tapi kita sering tidak melihatnya karena menganggapnya sudah biasa dan wajar dan hati kita memikirkan lebih banyak lagi hal yang baru menurut keinginan kita. Itu sebabnya kita sulit merayakannya setiap hari, perlu tunggu satu tahun dulu, diakumulasikan semuanya baru merayakan! apanya yang dirayakan? Ga tau juga! Kan malam tahun baru, dari dulu juga semua merayakannya dengan kegembiraan dan harapan!!!???

Berbahagialah orang-orang yang bisa merayakan kebaikan dan belas kasihan Tuhan setiap hari.. Karena kasih setia Tuhan selalu baru setiap pagi. Great is your faithfulness, O Lord!.

4 Komentar:

laurencia said...

sb-nya mana pak pendeta?
mosok rumah tanpa ruang tamu ...
hohoho

laurencia said...

yaaa bapak, sabar pak itulah seninya pak, hohoho

laurencia said...

kalo ga ada sb mbok iyao sering2 posting pak

ladyofsuwana said...

Kapan nulis lagi uda lama ga nulis???
Ini posting terakhir 1 Januari kemarin
huhu uda lama ya...

Post a Comment