Ayat Hari Ini:

Wednesday, February 13, 2008

Hari (?) Kasih Sayang

Valentine's Day (hari yang tidak jelas asal-usulnya, karena umumnya penjelasannya dari legenda) biasanya menjadi hari istimewa bagi orang-orang yang saling mencintai, tapi mungkin menjadi hari yang menyebalkan bagi sebagian orang yang tidak memiliki kekasih!?
Bagi yang merayakannya, hari itu menjadi hari yang berbeda. Biasanya yang tidak romantis, tiba-tiba berubah menjadi romantis. Hari selanjutnya berubah lagi seperti biasa. Kalau betul begitu, maka hanya satu hari menjadi sangat mengasihi, sisanya sepanjang tahun mungkin menjadi kurang mengasihi dan bahkan membenci. Bagaimana Alkitab berbicara tentang Kasih? Pasti banyak, karena Alkitab berbicara tentang Allah yang adalah Kasih dan Allah yang begitu mengasihi manusia.
Bagaimana dengan respon manusia yang seharusnya terhadap kasih?

37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mat 22:37-39

Kasih Allah dan Mengasihi Manusia
Ada hubungan yang sangat erat antara Kasih Allah dan mengasihi manusia. Tanpa Kasih Allah, maka manusia tidak akan pernah mengerti kasih yang sejati. Kasih manusia hanyalah kasih yang egois. Sekalipun manusia ingin berkorban bagi sesama manusia yang lain, biasanya karena ada alasan yang egois dibalik pengorbanan itu. Berbeda dengan kasih Allah yang justru berkorban bagi manusia yang berdosa, membenciNya dan bahkan melawanNya. Kasih yang memberi diriNya sendiri. Kasih Allah menjadi dasar untuk mengasihi manusia, kasih yang sejati.
Sebaliknya, tanpa mengasihi manusia, sulit sekali untuk mengasihi Allah. Jika seseorang betul-betul mengasihi sesama manusia, ia akan mengasihi Allah yang mencipta manusia. Karena ia akan melihat kasih Allah terhadap sesama manusianya. Tapi, karena kasih manusia yang egois maka ia tidak pernah bisa melihat kasih Allah dan tidak bisa mengasihi Allah, karena ia hanya akan menuntut kasih sebaliknya dari sesamanya yang dikasihinya. Padahal jika kita mengasihi sesama manusia, kita akan lebih lagi mengasihi Allah. Mengasihi manusia adalah pembelajaran untuk mengasihi Allah. Semua pembelajaran kasih itu biasanya hanya untuk relasi yang sementara dan akan berakhir, tapi berguna sampai pada kekekalan. Maka, jika seseorang mengasihi sesama manusia tapi tidak mengasihi Allah maka ia gagal melihat esensi dari kasih yang berasal dari Allah dan seharusnya kembali kepadaNya.

Cinta Sejati
Kasih yang sejati berbeda dengan cinta romantis yang ditonjolkan dalam Valentine's Day. Kasih yang sejati adalah kasih yang terus-menerus, bukan hanya di hari tertentu. Seperti kasih Allah kepada manusia yang tidak pernah berubah, sekalipun umat pilihanNya berdosa, Allah tetap mengasihi dengan memberikan hajaran dan didikan.
Selain itu, kasih yang sejati itu bertumbuh. Kasih yang dimiliki oleh manusia biasanya dimulai dengan cinta yang egois, yang kemudian bertumbuh menjadi kasih yang memberi, tanpa syarat dan berkorban, yang mencapai puncaknya ketika serupa dengan Kristus, bisa mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan. Sekarang, kita memang menginginkan semua itu terjadi dan kita sudah memakai keseluruhan hidup dan kekuatan kita untuk mengasihi Tuhan, tapi kita belum sempurna. Butuh proses yang bergantung kepada pengenalan yang semakin mendalam kepada Allah.
Kasih yang sejati adalah kasih yang menjadi dirinya sendiri. Bukan kasih yang pura-pura. Karena orang Kristen disuruh mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Kita tidak perlu berubah menjadi lebih romantis untuk bisa betul-betul mengasihi, kita hanya perlu bertumbuh dan terus-menerus diperbarui Tuhan untuk makin berlimpah dengan cinta kasih yang sejati.
Tanpa Valentine's Day-pun kasih harus tetap ditunjukkan, dan bahkan semakin hari semakin dalam karena relasi dengan Tuhan dan sesama manusia yang semakin dalam. Maka setiap hari adalah hari Kasih Sayang. Hari-hari di mana seorang Kristen belajar dan menyatakan kasihnya kepada Tuhan dan kepada sesama manusia. Hari-hari di mana kasihnya akan semakin bertumbuh dan semakin mendalam.. Hari-hari yang diisi bukan dengan kepura-puraan untuk menjadi orang lain dengan cinta yg romantis di dalam satu hari, tapi hari-hari yang semakin menjadi dirinya sendiri yang terus-menerus diperbarui untuk mempraktekkan cinta kasih yang sejati yang terus bertumbuh.

Semakin seseorang ingin menunjukkan betapa besar cintanya di dalam satu hari, semakin menunjukkan bahwa sebelumnya ia kurang mencintai, sama seperti sesudah hari itu.
Ronald Arthur

2 Komentar:

Deborah said...

"Kasih manusia hanyalah kasih yang egois. Sekalipun manusia ingin berkorban bagi sesama manusia yang lain, biasanya karena ada alasan yang egois dibalik pengorbanan itu. Berbeda dengan kasih Allah...."

Benarkah Yesus berkorban tanpa alasan yang egois?
Coba ditelusuri...
Buat apa sih Yesus berkorban?
Buat menebus dosa manusia..
Buat memperbaiki hubungan manusia dg Allah yg sudah rusak..
Buat..
Buat..
etc

Then what???
Knp mo manusia bs tetap berhubungan dg DiriNya?
Buat apa?

Tujuan manusia diciptakan:
Untuk memuliakan Dia!!!

So...
Akhir dari smuanya ini, bukannya jg untuk SELF???

Apa bedanya dg manusia?

Baron Arthur said...

Bedanya:
1. Tuhan Yesus berkorban yang pertama-tama untuk memuliakan Allah Bapa.
2. Tuhan Yesus adalah Pencipta manusia, maka Ia berhak memakai kita dan mempergunakan kita untuk memuliakan Dia. Kalau manusia tidak bisa, karena kita tidak pernah mencipta diri kita.
3. Tuhan Yesus berkorban dan memakai kita itupun bagi kebaikan kita yang membutuhkan itu. Beda dengan memanfaatkan dan mengorbankan orang lain utk diri kita sendiri.

Post a Comment