Ayat Hari Ini:

Saturday, December 25, 2010

Gloria in excelsis Deo

Sudah berkali-kali kita mendengar istilah kemuliaan dan memuliakan Allah. Tapi kalau ditanya apa itu kemuliaan dan bagaimana memuliakan Allah, seringkali menjadi sulit untuk menjelaskannya. Begitu juga ketika berhadapan dengan peristiwa Natal di suatu kandang di Betlehem, dimana kemuliaan yang dinyanyikan oleh para malaikat? Apakah para malaikat melihat apa yang tidak dilihat manusia?

14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Lukas 2:14


Dimana kemuliaan itu?
Untuk bisa melihat kemuliaan di Betlehem, maka kita perlu untuk mengerti apa itu kemuliaan. Menurut American Heritage Dictionary, kemuliaan itu bisa berarti: penghormatan/pujian yang luar biasa, keindahan yang luar biasa, bahkan bisa berarti kebahagiaan yang sempurna.

Ketika melihat apa yang terjadi di Betlehem, tidak bisa melihat kemuliaan Tuhan kalau fokusnya pada keadaan di Betlehem. Karena kemuliaan itu bukan karena keadaan, tapi pada pribadi Allah yang menjadi manusia. Kemuliaan Allah sedang dinyatakan pada seorang bayi yang terlihat seperti bayi kebanyakan, tapi dengan nasib sedikit malang karena lahir di saat yang kurang tepat dan tempat kurang layak. Kalau kita tahu dan kenal sang bayi itu seperti para malaikat yang diciptakan-Nya mengenal-Nya, maka kitapun akan menyanyikan pujian yang sama seperti para malaikat. Kalau kita tahu untuk apa sang Pencipta mau menjadi manusia, mengikuti dan menggenapi kehendak Bapa, maka kitapun akan memuji dan mengembalikan segala kemuliaan bagi-Nya.

Natal adalah Kristus. Kemuliaan Natal ada pada dan hanya di dalam Kristus. Kemuliaan itu tidak bisa digantikan dengan pertemuan keluarga, tukar kado, lagu2 dengan suasana Natal, keadaan Natal yang bersuasana Winter dan perayaan-perayaan yang hanya membawa sukacita palsu. Tanpa pengenalan yang makin bertambah terhadap Yesus Kristus, maka kemuliaan Natal tidak akan makin bisa dikagumi.
Bertambahkah kekaguman kita kepada sang Pencipta yang menjadi manusia setiap kali kita merayakan Natal?

Adakah yang lebih berharga?
Jika kita makin mengerti kemuliaan yang dinyatakan oleh Yesus Kristus, maka kita perlu bertanya, "Adakah yang lebih berharga dibandingkan Kemuliaan Kristus?"

Secara umum manusia hanya terbiasa dengan kemuliaan yang ada di dunia ini, manusia berjuang dan berusaha untuk mendapatkan semua itu. Semua manusia ingin bahagia, ingin dihargai dan ingin mendapatkan jaminan selama hidup di dunia. Itu sebabnya manusia bekerja keras untuk mendapatkan uang, menyimpannya sebagai jaminan hidup, berusaha menghindar dari sakit dan bahaya dan membuat hidupnya bisa dikontrol. Dengan harapan kalau semuanya terjadi, maka hidup akan bahagia. Kalaupun manusia mendapatkan semuanya itu, adakah manusia yang bahagia sampai selamanya karena dapat semua yang diinginkan hatinya?

Kemuliaan Kristus membawa manusia berdamai dengan Bapa, tidak dikejar-kejar perasaan berdosa, dibawa masuk ke dalam kerajaan Sorga dimana Allah yang mengontrol segala sesuatunya. Diberi jaminan baik hidup yang sementara maupun hidup yang kekal. Adakah yang lebih baik, lebih bernilai, lebih berharga dibandingkan dengan apa yang dilakukan Kristus bagi umat-Nya?

Masalah selanjutnya, kalau kita sudah dijamin dapat hidup yang kekal, mengapa kita tidak langsung mati dan menikmati semua kelimpahan dalam Kristus? Bukankah itu lebih baik dibandingkan tetap hidup dalam dunia yang berdosa dan tidak sempurna ini?

Saksi kemuliaan
Siapa yang harus menyatakan dan bersaksi kepada dunia ini, jikalau semua orang yang mengerti akan kemuliaan Kristus sudah bertemu dengan Kristus? Siapa yang harus menyatakan kepada dunia betapa indahnya, betapa agungnya dan berharganya kemuliaan Kristus, kalau bukan orang-orang yang bisa melihat itu lebih berharga dari apapun?
Siapakah yang akan bersaksi dengan sukacita kalau bukan orang-orang yang sudah menikmati sukacita itu?

Natal menyatakan kepada kita kemuliaan yang terlalu tinggi untuk dimengerti manusia, tapi sudah dibawa masuk di dalam kerendahan. Membuat kita bisa terkagum-kagum dan menghargainya lebih dari segala sesuatu. Dan mendorong kita dengan sukacita menunjukan, mengabarkan dan bersaksi kepada dunia. Soli Deo Gloria.

3 Komentar:

Anonymous said...

Mo'adim Lesimkha Baron Arthur
Soli Deo Gloria

Baron Arthur said...

Duh pake bahasa Ibrani. Siapa nih?
Selamat Natal juga..

Anonymous said...

Saudara yang dipertemukan oleh AnugerahNya

Post a Comment